Minggu, 18 Agustus 2013

FESTIVAL TANGLONG


bulan ramadan telah lewat kemaren tapi gw baru share artikel ini. hahahaaaa... ok agan yang ganteng,cantik, brewok etc lah. berikut gw akan share sdikit budaya yang ada didaerah gw. ato mungkin yang namanya tanglong ini ada didaerah agan2... entahlah. tambahan komentar pribadi saya yaitu disetiap acara yang seperti ini sangat disayangkan karena ada pasangan muda mudi yang belum resmi.(merasa yaaaa)... kegiatan pasangan muda mudi ini yaaah kurang enak dipandan diacara ini. semoga Tuhan memaafkan saya, kamu dan kita semua.... amiiiiin

ok langsung saja Acara festival tanglong adalah sebuah acara keagamaan islam yang dilakukan untuk memperingati turunnya Kitab Suci  Alqur’an, sudah menjadi Budaya bagi masyarakat Kelua mengadakan acara tahunan seperti ini, biasanya acara bearakan tanglong ini diadakan pada bulan Ramadhan atau hari ke 17 pada Bulan Ramadhan. Acara ini selalu diadakan pada malam hari, karena suasana kemeriahan tanglong kurang berkesan dan menarik apabila acaranya dilakukan pada siang hari. Biasanya lomba tanglong ini diadakan oleh panitia mesjid besar Ar-Ridha kelua yang bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait, Para peserta yang mengikuti lomba ini adalah perwakilan dari kampung mereka masing-masing, ataupun mereka mengusung nama Musholla di Kampung mereka sendiri, kemeriahan malam tanglong di kelua semakin lengkap dengan kehadiran penonton yang datang baik dari dalam maupun dari luar kota Kelua, seperti Amuntai, tanjung dll. Para penonton biasanya juga ikut memeriahkannya dengan menyalakan kembang api di langit hitam. Jepret-jepret kamera Handpone penonton pun banyak ditemui, yang mereka tidak ingin kehilangan moment indah itu dan ingin mengabadikannya.

Kreatifitas yang dimiliki warga kelua bisa di acungi jempol, biasanya dana yang diperoleh untuk membuat hasil karya tanglongnya adalah hasil patungan dari warga kampungnya sendiri, yang dipungut dengan sukarela dari pintu ke pintu, walaupun dengan peralatan dan barang yang seadanya, mereka berhasil membuat hasil karya yang hebat dan sangat menarik, bentuknya pun bermacam-macam, ada yang berbentuk Al-Qur’an, Mesjid, Hewan Unta, Gua Hiro dan berbagai macam bentuk lainnya yang tetap pada jalur tema keislaman.

Rute perjalanan mearak tanglong ini biasanya dimulai dari Terminal Kelua menuju Desa Pari-pari, balik arah lagi sampai desa Kepala Tembok dan Finish nya kembali ke Terminal Kelua.Banyak sekali pelajaran yang dapat kita ambil dari acara festival tanglong ini, yaitu kekompakan, keakraban  dan antusias semua warga dalam ikut berpartisipasi memeriahkan turunnya Kitab suci Al-Qur’an.

sumber: http://kotakalua.blogspot.com/p/budaya.html